Ya, betul. Risiko kanker penis lebih tinggi pada pria yang tidak disunat (belum khitan).
Ini bukan mitos — hubungan ini sudah dibuktikan oleh banyak penelitian medis besar.
Berikut penjelasan yang mudah dipahami:
1. Mengapa tidak khitan meningkatkan risiko kanker penis?
a. Penumpukan smegma & peradangan kronis
Kulit kulup yang tidak dibersihkan sempurna dapat menyebabkan:
-
smegma menumpuk,
-
iritasi,
-
infeksi berulang (balanitis & balanoposthitis).
Peradangan kronis jangka panjang inilah yang menjadi faktor risiko kanker.
b. Fimosis (kulit tidak bisa ditarik)
Fimosis meningkatkan risiko hingga 10 kali lipat dibanding pria yang tidak fimosis.
Pria tidak disunat lebih sering mengalami fimosis → otomatis risikonya ikut naik.
c. HPV lebih mudah bertahan di kulit tidak disunat
HPV (Human Papillomavirus) adalah penyebab utama:
-
kanker penis,
-
kanker serviks pada pasangan.
Kulup menjadi tempat virus lebih mudah bertahan, terutama tipe HPV 16 dan 18.
2. Seberapa besar angkanya?
Kanker penis memang sangat jarang, tetapi ketika terjadi biasanya pada pasien yang:
-
tidak disunat,
-
memiliki fimosis,
-
kebersihan kurang terjaga.
Beberapa studi menunjukkan:
-
Pria yang dikhitan saat bayi atau anak kecil → risiko kanker penis hampir nol.
-
Pria yang tidak dikhitan memiliki risiko lebih tinggi 3–5 kali dibanding yang sudah dikhitan.
3. Siapa yang paling berisiko?
Risiko meningkat signifikan bila:
-
tidak khitan,
-
fimosis,
-
sering infeksi kulup,
-
kebersihan kurang baik,
-
perokok,
-
terkena HPV.
Kombinasi faktor (misal: tidak khitan + fimosis + HPV) meningkatkan risiko secara drastis.
4. Apakah khitan dewasa tetap memberi perlindungan?
Ya.
Meski manfaat paling besar didapat jika khitan sejak kecil, khitan pada usia dewasa tetap menurunkan risiko jangka panjang, terutama dengan menghilangkan:
-
smegma,
-
fimosis,
-
sumber peradangan,
-
area melekatnya HPV.
Kesimpulan
✔ Kanker penis lebih sering terjadi pada pria yang belum khitan.
✔ Penyebab utamanya adalah infeksi kronis, smegma, fimosis, dan HPV.
✔ Khitan terbukti menurunkan risiko secara signifikan, bahkan bila dilakukan saat dewasa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar